<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Islami</title>
	<atom:link href="http://sekitarislam.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekitarislam.wordpress.com</link>
	<description>karena islam itu indah...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Nov 2011 02:12:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sekitarislam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/d134e651706c65ae417310747dcffe6e?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Artikel Islami</title>
		<link>http://sekitarislam.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sekitarislam.wordpress.com/osd.xml" title="Artikel Islami" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sekitarislam.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Supaya anak tidak menjadi Teroris</title>
		<link>http://sekitarislam.wordpress.com/2009/08/18/supaya-anak-tidak-menjadi-teroris/</link>
		<comments>http://sekitarislam.wordpress.com/2009/08/18/supaya-anak-tidak-menjadi-teroris/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 05:54:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[aksi teror]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[bom]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[dalil]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrim]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[kafir]]></category>
		<category><![CDATA[khawarij]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[syariat islam]]></category>
		<category><![CDATA[teroris]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>
		<category><![CDATA[usamah bin laden]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekitarislam.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Betapa hancur hati kedua orang tua, tatkala dikabarkan kepada mereka ternyata anaknya &#8211; yang selama ini dikenal sebagai anak baik-baik dan pendiam &#8211; terciduk oleh aparat kepolisian karena terlibat jaringan terorisme. Orang tua yang lain pun shock begitu mendengar anaknya tewas dalam aksi peledakan. Sementara itu, teman-temannya serasa tidak percaya mendengar berita bahwa anak yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sekitarislam.wordpress.com&amp;blog=6901502&amp;post=130&amp;subd=sekitarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Betapa hancur hati kedua orang tua, tatkala dikabarkan kepada mereka ternyata anaknya &#8211; yang selama ini dikenal sebagai anak baik-baik dan pendiam &#8211; terciduk oleh aparat kepolisian karena terlibat jaringan terorisme. Orang tua yang lain pun shock begitu mendengar anaknya tewas dalam aksi peledakan. Sementara itu, teman-temannya serasa tidak percaya mendengar berita bahwa anak yang selama ini mereka kenal sebagai anak baik, supel, dan ramah, ternyata terlibat aksi terorisme!!</p>
<p>Demikianlah, betapa menyedihkan, ternyata jaringan terorisme telah berhasil menyeret anak-anak baik dari putra-putra kaum muslimin dalam aksi biadab yang bertentangan dengan agama dan akal sehat tersebut.</p>
<p>Tentunya, kita bertanya-tanya bagaimana anak-anak muslimin bisa terseret jaringan terorisme? Melalui pintu apa terorisme bisa masuk ke alam pikiran mereka sehingga mereka tertarik dan mau mengikutinya?</p>
<p>Pembaca, kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah …<span id="more-130"></span></p>
<p>Akar munculnya terorisme adalah dari paham sempalan khawarij. Suatu paham ekstrim dalam beragama, yang membuahkan sikap merasa benar sendiri, kemudian serampangan dalam memahami dan mengamalkan dalil-dalil syari’at lepas dari bimbingan para ‘ulama, yang berujung kepada pengkafiran semua pihak yang bertentangan dengan pendapatnya, termasuk mengkafirkan pemerintah kaum muslimin.</p>
<p>Gerakan terorisme yang pertama kali muncul dalam sejarah Islam adalah di akhir masa Khilafah ‘Utsman bin ‘Affan Radhiyallah ‘anhu, yang diprakarsai oleh seorang Yahudi, Abdullah bin Saba`, dengan menampilkan slogan keadilan dan benci kezhaliman. Sebagai korban pertama kali adalah sang khalifah Utsman bin ‘Affan sendiri! Kemudian semakin gencar pada masa Kekhalifahan ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallah ‘anhu, yang beliau sendiri pun menjadi korban aksi terorisme tersebut. Merekalah kelompok sempalan khawarij, yang tumbuh menggerogoti dan menghancurkan Islam. Di atas paham mengkafirkan orang-orang yang bertentangan dengan mereka, dan berlanjut menghalalkan darah mereka. Terutama pemerintah muslimin, yang telah mereka vonis sebagai pemerintah kafir. Itu semua mereka lakukan atas nama agama.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam jauh-jauh hari telah memberitakan kemunculan kelompok sesat ini, lengkap dengan ciri-ciri dan sifat-sifatnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:</p>
<p>سَيَخْرُجُ فيِ آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ أَحْدَاثُ الأَسْنَانِ سُفَهَاءُ اْلأَحْلاَمِ يَقُوْلُوْنَ مِنْ قَوْلِ خَيْرِ البَرِيَّةِ يَقْرَءُوْنَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ، يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ</p>
<p>Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang muda-muda umurnya, pendek akalnya. Mereka mengatakan ucapan sebaik-baik manusia. Mereka membaca Al Qur’an, tapi tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka melesat (keluar) dari (batas-batas) agama seperti melesatnya anak panah menembus binatang buruannya. [HR. Al Bukhari 3611, 5057, 6930; Muslim 1066]</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyifati mereka sebagai:</p>
<p>هُمْ شَرُّ الْخَلْقِ وَ الْخَلِيْقَةِ</p>
<p>Mereka adalah sejahat-jahat makhluk. [HR. Muslim 1067]</p>
<p>Maka apabila pada anak-anak kaum muslimin ada kecenderungan mengkritisi pemerintah muslimin, selalu menentang kebijakan pemerintah muslimin, bahkan berani memvonis kafir terhadap pemerintah muslimin tanpa bimbingan para ‘ulama, maka hati-hati dan waspadalah! Ini merupakan bibit paham takfir (mudah mengkafirkan kaum muslimin), yang merupakan benih awal untuk seseorang berani menghalalkan darah pemerintah muslimin dan siapapun yang mereka anggap membela dan mendukung pemerintah. Pada ujungnya, mengantarkan mereka untuk berani melakukan aksi kekerasan yang dilabeli sebelumnya sebagai jihad. Inilah awal mula seorang terseret dalam aksi terorisme.</p>
<p>Kaum muslimin rahimakumullah…</p>
<p>Kesalahfatalan berikutnya, yang pada ujungnya menghantarkan anak-anak kaum muslimin untuk tertarik dengan gerakan terorisme adalah semangat berjihad yang besar dan kebencian yang besar terhadap orang-orang kafir, namun tidak disertai dengan pemahaman yang benar tentang apa itu jihad, bagaimana aturan Islam tentang masalah jihad, serta orang kafir manakah yang boleh untuk diperangi?</p>
<p>Tidak diragukan lagi, bahwa jihad merupakan puncak Islam yang tertinggi. Orang-orang kafir adalah musuh-musuh Islam yang harus dibenci dan diperangi oleh kaum muslimin. Namun, dalam agama Islam ada aturan dan tuntunan yang harus dipahami dengan benar dan tidak boleh dilanggar. Hal inilah yang tidak dipahami dengan baik oleh mereka yang terlibat dalam aksi terorisme tersebut. Karena memang di antara sifat dan ciri-ciri mereka adalah pendek akalnya dan cupet (Bhs. Jawa: dangkal) cara pandangnya. Tak heran bila aksi terorisme (baca: kebodohan) yang mereka lakukan tersebut merusak citra Islam dan mencemarkan nama baik kaum muslimin, terkhusus lagi nama baik orang-orang yang istiqamah di atas agamanya.</p>
<p>Sebagai contoh, bahwa dalam syari’at Islam tidak semua orang kafir boleh dibunuh.</p>
<p>Kafir Dzimmi, Kafir Mu’ahad, Kafir Musta’min dalam Islam jiwanya terlindungi tidak boleh dibunuh. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:</p>
<p>مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الجَنَّةِ وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ أَرْبَعِيْنَ عَامًا</p>
<p>Barangsiapa yang membunuh seorang kafir mu’ahad, maka dia tidak akan mencium aroma wangi al Jannah (surga). (Padahal) sesungguhnya aroma wangi al jannah itu didapati (tercium) sejauh perjalanan 40 tahun. [HR. Al-Bukhari 3166, 6914; An-Nasa`i 4764; Ibnu Majah 2736; Ahmad V/36]</p>
<p>Adapun orang kafir yang boleh diperangi dan dibunuh adalah kafir harby, yaitu orang-orang kafir yang memerangi muslimin, tidak ada antara muslimin dengan mereka perjanjian, dzimmah, tidak pula jaminan keamanan.</p>
<p>Kita perlu waspada pula, apabila seorang mulai kagum dan mengidolakan tokoh-tokoh teroris semacam Usamah bin Laden, Aiman Azh-Zhawahiri, seraya menganggapnya sebagai tokoh ‘ulama besar yang diikuti ucapan dan fatwa-fatwanya. Sebagai contoh, pelaku peledakan bom Bali yang bernama Imam Samudra. Dia menganggap tokoh-tokoh teroris panutannya diatas sebagai ‘ulama dan menyejajarkannya dengan para ‘ulama besar Ahlus Sunnah. Padahal sifat dasar para khawarij pelaku aksi teror tersebut adalah sama sekali lepas dari bimbingan para ‘ulama besar Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam memahami dan mengaplikasikan dalil-dalil syari’at.</p>
<p>Lebih rumit lagi, orang-orang yang terlibat dalam jaringan terorisme, ternyata bukanlah orang-orang yang jauh dari agama. Sebaliknya mereka adalah orang yang zhahirnya sangat dekat kepada agama, menampakkan syi’ar-syi’ar Islam dalam penampilan dan pakaian mereka, dan sangat rajin beribadah. Bahkan aksi teror yang mereka lakukan tersebut diyakini dalam rangka memperjuangkan Islam dan merupakan bagian dari ajaran Islam!!</p>
<p>Kaum muslimin rahimakumullah…</p>
<p>Sikap komitmen terhadap ajaran agama, berpegang teguh kepada Al-Qur`an dan As-Sunnah merupakan sikap yang harus kita jalankan. Tidak boleh bagi kaum muslimin untuk menjauh atau apriori terhadap Islam dan bimbingan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Namun sikap berpegang teguh terhadap agama tersebut harus berdasarkan manhaj (metode pemahaman) yang benar, dengan bimbingan para ‘ulama sejati dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Alhamdulillah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah meninggalkan umatnya di atas petunjuk yang sangat jelas. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menegaskan:</p>
<p>وَايْمُ اللهِ قَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى مِثْلِ الْبَيْضَاءِ، لَيْلُهَا وَنَهَارُهَا سَوَاءٌ</p>
<p>Demi Allah, aku tinggalkan kalian di atas (agama) yang terang benderang. Kondisi malam dan siangnya sama. (HR. Ibnu Majah no.5. Ash-Shahihah no.688)</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga telah menggariskan manhaj yang benar dalam memahami dan mengaplikasikan agama ini, yaitu dengan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:</p>
<p>فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتَلاَفًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّينَ مِنْ بَعْدِي، عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ</p>
<p>Sesungguhnya orang yang hidup di antara kalian (sepeninggalku), dia akan mendapati perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang dengan sunnah (bimbingan)ku dan sunnah para khulafa’ rasyidin sepeninggalku. Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian. (Abu Dawud 4607, At-Tirmidzi 2676. Ash-Shahihah no. 937)</p>
<p>Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda tentang jalan yang benar dalam memahami Islam:</p>
<p>مَا أَنَا عَلَيْهِ الْيَوْمَ وَأَصْحَابِي</p>
<p>Jalan/Prinsip yang Aku (Rasulullah) berada di atasnya dan juga para shahabatku. (At-Tirmidzi 2641, Ath-Thabarani I/256. Ash-Shahihah 203, 204)</p>
<p>Jika kita tidak memperhatikan prinsip di atas, akan menyebabkan salah dalam memahami dan mengaplikasikan dalil-dalil agama yang membuahkan sikap ekstrim dan menyimpang dalam beragama.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah mencela sikap ekstrim tersebut dalam sabda beliau:</p>
<p>هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ، هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ، هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ</p>
<p>Binasalah orang-orang yang ekstrim, binasalah orang-orang yang ekstrim, binasalah orang-orang yang ekstrim. (Muslim 2670)</p>
<p>(Dikutip dari <a href="http://www.assalafy.org/mahad/?p=334#more-334" target="_blank">http://www.assalafy.org/mahad/?p=334#more-334</a>, versi msword <a href="http://www.salafishare.com/id/31BEVLR7VU8K/Teroris1.doc" target="_blank">http://www.salafishare.com/id/31BEVLR7VU8K/Teroris1.doc</a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sekitarislam.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sekitarislam.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sekitarislam.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sekitarislam.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sekitarislam.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sekitarislam.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sekitarislam.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sekitarislam.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sekitarislam.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sekitarislam.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sekitarislam.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sekitarislam.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sekitarislam.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sekitarislam.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sekitarislam.wordpress.com&amp;blog=6901502&amp;post=130&amp;subd=sekitarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekitarislam.wordpress.com/2009/08/18/supaya-anak-tidak-menjadi-teroris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Nurta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Seseorang Masuk Islam setelah Ramadhan Berlalu Beberapa Hari</title>
		<link>http://sekitarislam.wordpress.com/2009/08/06/hukum-seseorang-masuk-islam-setelah-ramadhan-berlalu-beberapa-hari/</link>
		<comments>http://sekitarislam.wordpress.com/2009/08/06/hukum-seseorang-masuk-islam-setelah-ramadhan-berlalu-beberapa-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 19:50:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muallaf]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekitarislam.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Tanya : Jika seseorang masuk Islam setelah berlalu darinya beberapa hari dari bulan Ramadhan, apakah dia dituntut untuk mengganti puasa di hari-hari yang dia lewati sebelum Islam. Artinya bulan Ramadhan yang disitu dia masuk Islam? Jawab : Orang ini tidak dituntut untuk berpuasa di hari-hari yang telah lalu di bulan Ramadhan tersebut karena dahulu ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sekitarislam.wordpress.com&amp;blog=6901502&amp;post=118&amp;subd=sekitarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya : Jika seseorang masuk Islam setelah berlalu darinya beberapa hari dari bulan Ramadhan, apakah dia dituntut untuk mengganti puasa di hari-hari yang dia lewati sebelum Islam. Artinya bulan Ramadhan yang disitu dia masuk Islam?</p>
<p>Jawab : Orang ini tidak dituntut untuk berpuasa di hari-hari yang telah lalu di bulan Ramadhan tersebut karena dahulu ia seorang yagn kafir. Dan orang kafir tidak diperintahkan atau dituntut untuk mengganti apa-apa yang luput darinya dari amalan-amalan shalih. Berdasar firman Allah Ta’ala :<br />
<span id="more-118"></span><br />
&#8220;Katakanlah kepada orang-orang kafir, jika mereka berhenti (dari kekafirannya), pasti Allah akan mengampuni mereka atas dosa-dosa mereka yang telah lalu.&#8221;</p>
<p>Dan juga dikarenakan dahulu para shahabat yang masuk Islam di zaman Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam dan beliau tidak memerintahkan meraka untuk mengganti apa yang luput dari mereka. Seperti puasa, shalat, dan zakat. Akan tetapi, di kala masuk Islam di siang hari bulan Ramadhan wajibkah baginya untuk berpuasa selebih waktunya (hingga terbenam matahari), dan mengganti puasanya tersebut? Atau dia hanya berpuasa di waktu selebihnya tanpa harus menggantinya? Ataukah tidak wajib baginya berpuasa di waktu selebihnya dan mengganti puasanya?</p>
<p>Dalam permasalahan ini ulama berbeda pendapat. Adapun pendapat yang paling kuat adalah wajib baginya untuk berpuasa selebih waktunya hingga matahari terbenam tanpa harus menggantinya. Diwajibkan baginya puasa karena ia telah menjadi orang yang diwajibkan puasa dan tidak diwajibkan untuk menggantinya karena sebelum itu bukan termasuk orang-orang yang diwajibkan puasa (masih kafir-red). Sama halnya seperti anak kecil, jika dia telah baligh di siang hari maka wajib baginya untuk terus menahan (puasa) dan tak wajib baginya untuk mengganti menurut pendapat yang kuat dalam masalah ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sekitarislam.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sekitarislam.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sekitarislam.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sekitarislam.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sekitarislam.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sekitarislam.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sekitarislam.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sekitarislam.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sekitarislam.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sekitarislam.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sekitarislam.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sekitarislam.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sekitarislam.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sekitarislam.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sekitarislam.wordpress.com&amp;blog=6901502&amp;post=118&amp;subd=sekitarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekitarislam.wordpress.com/2009/08/06/hukum-seseorang-masuk-islam-setelah-ramadhan-berlalu-beberapa-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Nurta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Memerintahkan Anak Kecil yang belum Mencapai 15 Tahun/Baligh untuk Berpuasa</title>
		<link>http://sekitarislam.wordpress.com/2009/08/01/hukum-memerintahkan-anak-kecil-yang-belum-mencapai-15-tahunbaligh-untuk-berpuasa/</link>
		<comments>http://sekitarislam.wordpress.com/2009/08/01/hukum-memerintahkan-anak-kecil-yang-belum-mencapai-15-tahunbaligh-untuk-berpuasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 19:47:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[baligh]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekitarislam.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Tanya : Apakah anak kecil yang belum mencapai usia 15 tahun diperintahkan untuk berpuasa sebagaimana dalam shalat?? Jawab : Ya, anak-anak kecil yang belum mencapai usia baligh diperintahkan untuk berpuasa jika mereka mampu. Sebagaimana hal ini dilakukan oleh para shahabat terhadap anak-anak mereka. Sungguh para ulama telah mengatakan dengan tegas bahwa seorang pemimpin itu memerintahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sekitarislam.wordpress.com&amp;blog=6901502&amp;post=116&amp;subd=sekitarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya : Apakah anak kecil yang belum mencapai usia 15 tahun diperintahkan untuk berpuasa sebagaimana dalam shalat??</p>
<p>Jawab : Ya, anak-anak kecil yang belum mencapai usia baligh diperintahkan untuk berpuasa jika mereka mampu. Sebagaimana hal ini dilakukan oleh para shahabat terhadap anak-anak mereka.</p>
<p>Sungguh para ulama telah mengatakan dengan tegas bahwa seorang pemimpin itu memerintahkan orang yang dibawah kepemimpinannya dari anak-anak kecil untuk berpuasa agar mereka terlatih dan terbiasa serta akan menjadi tabiat (kebiasaan-red) untuk melaksanakan prinsip (dasar) dari agama Islam pada hati-hati mereka.<br />
<span id="more-116"></span><br />
Akan tetapi jika hal ini memberatkan atau bermudharat kepada mereka, tidak diharuskan bagi mereka untuk melaksanakannya. Dan saya ingin memeberi peringatan terhadap apa yang dilakukan oleh para bapak dan ibu, dimana mereka melarang anak-anak mereka untuk berpuasa. Mereka mengannggap bahwa pelarangan terhadap anak-anak mereka untuk berpuasa merupakan kasih sayang buat mereka dan merasa kasihan. Padahal, hakikatnya mengasihi para anak itu ialah dengan memerintahkan mereka untuk mengerjakan syariat-syariat Islam dan membiasakannya. Karena ini tidak diragukan lagi adalah sebaik-baik mendidik mereka dan sempurna dia dalam mengatur orang yang di bawah pimpinannya (tanggung jawabnya). Telah bersabda Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam :</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya seseorang itu akan menjadi pemimpin terhadap keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya&#8221; (HR. Bukhari No. 2409, Muslim No. 1829)</p>
<p>Sepantasnya bagi para pemimpin yaitu orang-orang yang Allah jadikan di sebagai pemimpin terhadap keluarganya dan anak-anak kecil untuk bertakwa (takut) kepada Allah dalam urusan mereka dan hendaklah para pemimpin itu memerintahkan mereka dengan syariat Islam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sekitarislam.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sekitarislam.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sekitarislam.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sekitarislam.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sekitarislam.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sekitarislam.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sekitarislam.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sekitarislam.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sekitarislam.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sekitarislam.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sekitarislam.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sekitarislam.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sekitarislam.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sekitarislam.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sekitarislam.wordpress.com&amp;blog=6901502&amp;post=116&amp;subd=sekitarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekitarislam.wordpress.com/2009/08/01/hukum-memerintahkan-anak-kecil-yang-belum-mencapai-15-tahunbaligh-untuk-berpuasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Nurta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Donor Darah dalam Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://sekitarislam.wordpress.com/2009/07/29/hukum-donor-darah-dalam-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://sekitarislam.wordpress.com/2009/07/29/hukum-donor-darah-dalam-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 19:45:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[donor darah]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekitarislam.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Tanya : Apakah mengambil sedikit darah (donor) dengan tujuan sebagai penghalalan atau bersedekah kepada seseorang di siang hari bulan Ramadhan dapat membatalkan puasa atau tidak ? Jawab : Jika seseorang mengambil sedikit darahnya yang tidak memberikan efek kepada badannya seperti membuat dia lemah, maka ini tidak membatalkan puasanya baik diambil sebagai penghalalan, atau donor untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sekitarislam.wordpress.com&amp;blog=6901502&amp;post=114&amp;subd=sekitarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya : Apakah mengambil sedikit darah (donor) dengan tujuan sebagai penghalalan atau bersedekah kepada seseorang di siang hari bulan Ramadhan dapat membatalkan puasa atau tidak ?</p>
<p>Jawab : Jika seseorang mengambil sedikit darahnya yang tidak memberikan efek kepada badannya seperti membuat dia lemah, maka ini tidak membatalkan puasanya baik diambil sebagai penghalalan, atau donor untuk seorang yang sakit, atau bersedekah kepada seseorang yang membutuhkan.<br />
<span id="more-114"></span><br />
Adapun jika darahnya diambil dengan jumlah yang banyak, yang menjadikan badan lemas, maka dia berbuka dengannya (donor itu telah menjadi sebab sehingga dia berbuka/tidak berpuasa lagi-red). Dikiaskan seperti berbekam yang telah datang riwayatnya dari sunnah bahwa berbekam adalah termasuk salah satu dari pembatal-pembatal puasa.</p>
<p>Dengan demikian, maka tidak boleh bagi seseorang untuk menyedekahkan darahnya yang sagat banyak dalam keadaan dia sedang berpuasa wajib, seperti puasa pada bulan Ramadhan. Kecuali jika di sana ada keperluan yang darurat (mendesak), maka dalam keadaan seperti ini boleh baginya untuk menyedekahkan darahnya untuk menolak/mencegah darurat tadi. Dengan demikian dia berbuka dengan makan dan minum. Lalu dia harus mengganti puasanya yang dia tinggalkan/berbuka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sekitarislam.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sekitarislam.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sekitarislam.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sekitarislam.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sekitarislam.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sekitarislam.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sekitarislam.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sekitarislam.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sekitarislam.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sekitarislam.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sekitarislam.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sekitarislam.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sekitarislam.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sekitarislam.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sekitarislam.wordpress.com&amp;blog=6901502&amp;post=114&amp;subd=sekitarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekitarislam.wordpress.com/2009/07/29/hukum-donor-darah-dalam-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Nurta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berlebih-lebihan dalam Makan dan Tidur di Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://sekitarislam.wordpress.com/2009/07/24/berlebih-lebihan-dalam-makan-dan-tidur-di-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://sekitarislam.wordpress.com/2009/07/24/berlebih-lebihan-dalam-makan-dan-tidur-di-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 19:43:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[malas]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[tidur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekitarislam.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Tanya : Kebanyakan manusia di bulan Ramadhan berlebih-lebihan dalam makan dan tidur sehingga mereka bermalas-malasan dan lemas. Sebagaimana mereka begadang di malam hari dan tidur di siang hari. Apa nasehat AsySyaikh untuk mereka? Jawab : Saya berpendapat bahwa pada hakekatnya ini menyia-nyiakan waktu dan harta. Jika manusia tidak memiliki keinginan kecuali memperbanyak jenis makanan, berlebihan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sekitarislam.wordpress.com&amp;blog=6901502&amp;post=112&amp;subd=sekitarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya : Kebanyakan manusia di bulan Ramadhan berlebih-lebihan dalam makan dan tidur sehingga mereka bermalas-malasan dan lemas. Sebagaimana mereka begadang di malam hari dan tidur di siang hari. Apa nasehat AsySyaikh untuk mereka?</p>
<p>Jawab : Saya berpendapat bahwa pada hakekatnya ini menyia-nyiakan waktu dan harta. Jika manusia tidak memiliki keinginan kecuali memperbanyak jenis makanan, berlebihan dalam tidur siang hari dan waktu sahur serta melakukan perkara-perkara yang tidak bermanfaat di malam hari maka tidak diragukan lagi ini merupakan penyia-nyiaan kesempatan yang sangat berharga. Bisa jadi kesempatan ini tidak akan didapatkan lagi oleh mereka di masa hidupnya.<br />
<span id="more-112"></span><br />
Seorang yang cerdik (cerdas) adalah orang yang menjalani bulan Ramadhan untuk hal-hal yang sepantasnya, yaitu dia tidur di awal malam lalu menegakkan shalat tarawih. Dan shalat tarawih tidak memberatkan. Demikian juga tidak berlebihan dalam makan dan minum. Selayaknya bagi orang yang memiliki kemampuan untuk bersemangat dalam memberikan ifthar (buka) kepada orang yang berpuasa, baik itu di masjid ataupun di temapt lain. Sebab orang yang memberikan buka puasa kepada orang yang berpuasa, baginya pahala seperti orang yang berpuasa. Apalagi jika kepada saudara-saudaranya kaum muslimin yang berpuasa. Maka sepantasnya bagi orang-orang yang Allah berikan kemudahan/kelebihan harta untuk betul-betul menggunakan kesempatan ini sehingga dia mendapatkan pahala yang sangat banyak.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sekitarislam.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sekitarislam.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sekitarislam.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sekitarislam.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sekitarislam.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sekitarislam.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sekitarislam.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sekitarislam.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sekitarislam.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sekitarislam.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sekitarislam.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sekitarislam.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sekitarislam.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sekitarislam.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sekitarislam.wordpress.com&amp;blog=6901502&amp;post=112&amp;subd=sekitarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekitarislam.wordpress.com/2009/07/24/berlebih-lebihan-dalam-makan-dan-tidur-di-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Nurta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Puasa Orang yang Sembuh dari Sakitnya</title>
		<link>http://sekitarislam.wordpress.com/2009/07/21/hukum-puasa-orang-yang-sembuh-dari-sakitnya/</link>
		<comments>http://sekitarislam.wordpress.com/2009/07/21/hukum-puasa-orang-yang-sembuh-dari-sakitnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 19:40:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekitarislam.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Tanya : Apabila seorang sembuh dari sakitnya yang mana dulu dokter menyatakan bahwa dia tidak mungkin bisa disembuhkan. Dan kesembuhannya ialah setelah berlalu beberapa hari dari bulan Ramadhan (maksudnya ketinggalan puasa beberapa hari karena sakit-red). Apakah ia diperintah (dituntut) untuk mengganti puasa hari yang lalu ketika dia sakit? Jawab : Jika seseorang berbuka di bulan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sekitarislam.wordpress.com&amp;blog=6901502&amp;post=110&amp;subd=sekitarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya : Apabila seorang sembuh dari sakitnya yang mana dulu dokter menyatakan bahwa dia tidak mungkin bisa disembuhkan. Dan kesembuhannya ialah setelah berlalu beberapa hari dari bulan Ramadhan (maksudnya ketinggalan puasa beberapa hari karena sakit-red). Apakah ia diperintah (dituntut) untuk mengganti puasa hari yang lalu ketika dia sakit?</p>
<p>Jawab : Jika seseorang berbuka di bulan Ramadhan atau sebagian bulan Ramadhan dikarenakan sakit yang tidak diahrapkan lagi kesembuhannya, mungkin karena kebiasaan atau adanya pernyataan dari dokter yang dipercaya, maka yang wajib atasnya adalah memberi makan setiap harinya satu orang miskin. <span id="more-110"></span>Jika ia sudah melakukan ini, lalu Allah takdirkan setelah itu dia sembuh dari sakitnya, maka tak wajib baginya untuk berpuasa karena telah memberi makan orang miskin tersebut, yang demikian itu karena tanggung jawabnya sudah lepas dengan dia memberi makan tersebut sebagai ganti dari puasa.</p>
<p>Apabila tanggung jawabnya telah lepas, maka tak ada kewajiban setelah itu. Dan yang semisal dengan ini apa yang disebutkan oleh para ulama ahlul fiqh tentang seorang yang tak mampu untuk menunaikan kewajiban haji yang mana kelemahannya itu tidak bisa diharapkan untuk hilang (sembuh). Kemudian digantikan oleh orang yang berhaji untuknya lalu setelah itu dia sembuh, maka tidak wajib baginya untuk melakukan kewajiban haji untuk kedua kalinya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sekitarislam.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sekitarislam.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sekitarislam.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sekitarislam.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sekitarislam.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sekitarislam.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sekitarislam.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sekitarislam.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sekitarislam.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sekitarislam.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sekitarislam.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sekitarislam.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sekitarislam.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sekitarislam.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sekitarislam.wordpress.com&amp;blog=6901502&amp;post=110&amp;subd=sekitarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekitarislam.wordpress.com/2009/07/21/hukum-puasa-orang-yang-sembuh-dari-sakitnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Nurta</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
